Dapat artikel menarik nih yaitu tentang sejarah pak Karno terutama kisah-kisah masa kecilnya. Amat cocok bagi teman-teman yang ingin merubah nasibnya menjadi lebih baik. BAhwa kesuksesan tidak harus dimulai dari modal yang besar saja..melainkan tekad dan semangat untuk maju dan juga tekad yang kuat untuk berhasil menggapai semua cita-cita. Lebih lanjut mengenai kisah kecil soekarno simak artikel berikut:
Bung Karno: Bisa Benjol!
Walentina Waluyanti – Holland
Buat Bung Karno, nampaknya kesengsaraan tidak ada hubungannya dengan gaya dan penampilan. Bung Karno tidak menutup-nutupi masa lalunya yang melarat. Tentang bagaimana di masa kanak-kanaknya, dirinya tidak pernah mengenal sendok dan garpu.
Bung Karno juga mengenang bagaimana anak tetangga lain yang juga miskin, tapi mereka masih bisa membeli jajan buah pepaya dan lainnya, sementara dirinya sama sekali tidak mampu. Bahkan di hari Idul Fitri, dia cuma bisa menatap sedih anak-anak miskin lain mampu membeli petasan yang harganya cuma satu sen itu, sedang dirinya tidak. Satu sen pun dia tak punya!
Dia juga menceritakan, bagaimana di keluarganya dulu bahkan makan satu kali sehari pun, kadang tidak mampu. Tak jarang mereka hanya makan ubi kayu dan jagung tumbuk. Untuk membeli beras paling murah pun, ibunya tak sanggup. Solusinya, ibunya membeli padi yang masih harus ditumbuk untuk memperoleh butiran beras. Karena dengan cara begitu, mereka dapat menghemat uang satu sen dan dengan satu sen itu ibunya bisa membeli sayur.
Mungkin juga karena tumbuh dalam kondisi serba terbatas itu, Bung Karno tumbuh sebagai anak penyakitan. Kata Bung Karno, “Aku memulai hidup ini sebagai anak yang penyakitan. Aku mendapat malaria, disentri, semua penyakit dan setiap penyakit”. Menurut kepercayaan tradisional, anak sakit-sakitan harus diganti namanya. Karena itu Kusno nama kecilnya, diganti ayahnya menjadi Soekarno.
Ketika kelak tumbuh sebagai remaja, dan sudah mempunyai kesadaran berpenampilan, kemiskinan itu tampaknya tak mempengaruhi Bung Karno dalam bergaya.
Kiriman uang saku dari orangtuanya dan ekstra uang saku dari Pak Poegoeh kakak iparnya di Surabaya, dihematnya sen demi sen. Namun itu tak berarti dirinya tidak bisa tampil keren. Tampak dari foto-fotonya, sejak muda Bung Karno selalu berbusana apik dan menawan. Biar kalah nasi, yang penting tidak kalah aksi! Tampaknya sejak muda Bung Karno sudah punya bakat sebagai pencipta trend mode di jamannya.
Di dalam buku “Sukarno Penjambung Lidah Rakjat”, Bung Karno bercerita tentang perselisihannya dengan penghulu. Ketika itu akan dilangsungkan pernikahannya dengan Utari, putri HOS Tjokroaminoto. Itu adalah pernikahan pertama bagi Bung Karno. Penghulu memintanya untuk melepaskan dasinya. Soalnya dasi itu dianggap simbol budaya Kristen. Bung Karno tidak bisa mengerti larangan itu. Dia berusaha menjelaskan, dirinya sangat menyukai berpakaian pantas dan rapi. Tapi penghulu tidak mau menerima alasan itu. Karena Bung Karno tetap ngotot mengenakan dasi, penghulu mulai menggertak. Penghulu menolak menikahkan jika Bung Karno tidak melepaskan dasinya!
Bukannya ciut oleh gertakan tadi, Bung Karno malah semakin marah. Persetan! Rasanya dia lebih baik tidak menikah saja kalau soal berpenampilan pun, dirinya mesti diatur-atur. Bung Karno menulis, “Dalam hal ini biarpun Nabi sendiri sekalipun, takkan sanggup menyuruhku untuk menanggalkan dasi”. Bung Karno menjadi emosi oleh penghulu yang mencoba mengatur dan mengancamnya. Lalu dia menggeledek, “Persetan, tuan-tuan semua. Saya pemberontak, dan saya akan selalu memberontak, saya tidak mau didikte orang di hari perkawinan saya!”.
Sebagaimana umumnya lelaki, Bung Karno juga pernah berusaha menumbuhkan kumisnya. Mungkin bisa tampak lebih gagah dan ganteng. Tapi sayang usaha itu sia-sia. Kumisnya hanya tumbuh sebaris tipis saja. Sejak itu dia tidak pernah lagi mencoba-coba jadi “Pak Kumis”. Tetap bergaya klimis rapi.
Di sebuah majalah jadul, saya pernah membaca wawancara dengan Dewi Soekarno. Dewi bercerita tentang bagaimana Bung Karno tetap memperhatikan penampilannya, juga ketika usianya beranjak senja. Bung Karno sering memintanya menolong bukan saja mengecat rambutnya yang beruban, tapi juga alisnya! Sebelum Bung Karno berpidato, untuk menyamarkan pucat di wajahnya, tak jarang Dewi membubuhi sedikit rona merah dengan pupur membayang tipis di wajah suaminya itu.
Kesukaan Bung Karno akan gaya dan penampilan mematahkan pendapat orang tentang pria Jawa yang umumnya berpenampilan seadanya. Sudah banyak yang membahas bagaimana peran Bung Karno sebagai trend setter mode pria di Indonesia. Mulai dari idenya tentang pemakaian kopiah yang hingga kini dipakai pria Indonesia dan menjadi salah satu identitas bangsa. Juga gaya busananya yang banyak ditiru pria di jamannya. Misalnya stelan jas putih dan baju safari lengan pendek maupun lengan panjang.
Baju kepresidenannya yang bergaya militer membuatnya tampak gagah berdampingan dengan pemimpin dunia lainnya. Baju itu adalah hasil rancangannya sendiri. Karena itu Bung Karno pernah tersinggung dengan kritik Kepala Staf Angkatan Perang TB Simatupang (kala itu masih kolonel) yang menyarankan Bung Karno agar tidak memakai baju militer dengan segala atributnya itu.
Sejak menjadi pemimpin bangsa, Bung Karno tak pernah tampak mengenakan pakaian adat yang mewakili suku tertentu. Dia punya alasan khusus tentang ini. Bukan karena tidak mencintai tradisi. Justru sebaliknya dialah penganjur tradisi budaya, termasuk pakaian adat. Namun sebagai kepala negara, dia memposisikan dirinya harus netral berdiri di atas semua golongan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu dia mengorbankan identitas sukunya dengan sama sekali tidak pernah berpakaian daerah.
Walaupun semasa menjadi presiden tidak pernah berbusana daerah, namun Sukarno punya kepedulian terhadap pelestarian batik. Sukarno menghidupkan tradisi pameran batik di istana negara. Salah satu konsep Sukarno tentang batik khas Indonesia yaitu batik motif Terang Bulan. Motif batik ini kemudian dirintis dan diwujudkan oleh Ibu Sud atau Saridjah Niung Bintang Soedibjo.
Dulu Bung Karno sering meledek Ibu Sud yang berpinggul besar itu dengan julukan “bokong gede”, menunjukkan pertemanan mereka yang akrab. Karena keakraban itu, Ibu Sud paham bagaimana menerjemahkan batik Indonesia konsep Bung Karno. Selain dikenal sebagai pencipta lagu kanak-kanak, Ibu Sud (nenek disainer busana Carmanita) ini memang juga seorang pembatik. Motif batik Terang Bulan konsep Sukarno adalah batik yang mengkombinasikan motif batik kraton dan batik pesisir.
Orang sering menggeneralisir adat etnis dengan cara seseorang dalam berpenampilan. Pada Sukarno, gaya dan penampilannya lebih pada soal insting, selera, kesadaran dan pemahamannya tentang estetika. Bukan sekedar karena harus menjaga penampilan sebagai kepala negara . Karena jauh sebelum menjadi pemimpin bangsa pun, penampilannya selalu terjaga apik, sampai rela adu mulut dengan penghulu nikah.
Kecenderungannya untuk selalu tampil representatif nampaknya memang sudah bakat natural-nya. Sudah dimulai sejak remaja. Selalu tampak begitu flamboyan. Sukarno memang punya selera. Sebagaimana dikatakannya ketika membetulkan dasi Menhan Amerika, “Tuan punya bom atom, tapi kami punya seni yang tinggi!”. Kesenimanan Sukarno membuatnya memandang mode dan gaya juga adalah bagian dari seni.
Itu diakuinya sendiri ketika perasaannya remuk akibat dikurung di penjara Banceuy Bandung yang lebarnya 1,50 meter dan panjangnya seperti peti mayat. Dikatakannya, “....aku rasanya hendak mati. Pengalaman yang meremukkan. Aku adalah seorang yang biasa rapi dan pemilih. Aku adalah orang yang suka memuaskan perasaan. Aku menyukai pakaian bagus....”.
Ketika Bung Karno sekeluarga tiba di Jakarta 9 Juli 1942 dari pengasingannya di Sumatera, topik yang paling pertama ditanyakannya adalah “mencari tukang jahit”. Saat itu kapal laut “Van Riebeeck” yang ditumpanginya berlabuh di pelabuhan Pasar Ikan, di Penjaringan Jakarta Utara. Di masa lalu pelabuhan Pasar Ikan dikenal juga dengan nama Pelabuhan Sunda Kelapa.
Berita kembalinya Bung Karno di Jawa, setelah pembuangan di Sumatera
Orang pertama yang menjemputnya di pelabuhan itu adalah Anwar Tjokroaminoto, adik Utari, bekas adik iparnya. Melihat jas Anwar yang keren, Bung Karno lalu menyadari jas putih plus celana kedodoran yang dikenakannya sudah ketinggalan jaman. Betapa berbeda dengan stelan jas Anwar warna ivory yang dilihatnya jauh lebih modern.
“Jasmu bagus sekali potongannya”, puji Bung Karno. Anwar hidungnya kembang kempis dipuji Bung Karno. “Bikinan penjahit De Koning”, sahut Anwar berlagak. Anwar lalu buka rahasia bagaimana caranya ke penjahit itu, dengan harga miring. “Melalui pintu belakang”, bisik Anwar. Bung Karno segera tertarik ingin menjahit bajunya di penjahit yang tergolong penjahit terbaik dan mahal di Jakarta di kala itu. “Apa dia mau menjahit untukku?”, tanya Bung Karno pada Anwar. Percakapan selanjutnya antara keduanya bukan tentang strategi perjuangan, tapi kasak-kusuk tentang baju. Nah, ternyata omong-omong soal baju bagus bukan cuma monopoli perempuan saja.
Di kemudian hari, Bung Karno yang pesolek melengkapi gaya busananya dengan tongkat komando. Banyak orang percaya, tongkat komando itu adalah jimat saktinya. Tapi Bung Karno membantah. Tongkat komando itu semata-mata untuk menunjang gayanya. Dia menyebut dirinya “pelagak”. Dia berkata bahwa tongkatnya sama sekali tidak sakti, “tapi kalau diketok di jidat, ya bisa benjol”.
Bung Karno: Tongkat komando ini tidak sakti, tapi bisa bikin benjol!
Ide, inspirasi, karya, cita-cita memang tidak perlu selalu ditentukan oleh mahal dan mewahnya gaya hidup, gaya berbusana dan gaya berpenampilan. Dengan kepantasannya mempresentasikan diri, Bung Karno mampu memberi citra tersendiri bagi bangsanya di dunia internasional. Padahal kondisi Indonesia ketika itu masih begitu miskin. Dengan gayanya sebagai “pelagak”, dia mampu menyejajarkan bangsanya dengan para penista kemiskinan yang pongah itu.
Ya, apa salahnya jika gaya dan penampilan bisa membuat seseorang menjadi bergairah dan inspiratif dalam mewujudkan ide, karya dan cita-citanya?
Walaupun senang bergaya, Bung Karno tidak silau harta. Di akhir kekuasaannya, kala dipaksa meninggalkan istana oleh Suharto, Bung Karno ternyata tidak turut membawa serta kemeja-kemeja favoritnya “Arrow”, arloji Rolex dan benda berharga lainnya. Semua itu digeletakkannya begitu saja.
Kemeja Arrow di balik jas Bung Karno
Menurut kesaksian Sogol Djauhari Abdul Muchid (anggota Detasemen Kawal Pribadi/DKP), Bung Karno meninggalkan istana sebelum 16 Agustus 1967, hanya ber-kaos oblong cap cabe, celana piyama krem dan bersandal merk Bata yang sudah usang. Di pundaknya tersampir baju piyama-nya.
Tangan kanannya menggenggam sesuatu yang sangat berharga. Lebih berharga daripada kemeja Arrow, parfum Shalimar favoritnya, uang dollar dan emas batangan yang tak ikut dibawanya, dan hingga kini tak diketahui di mana semua itu. Hanya satu benda yang dibawanya ketika meninggalkan istana. Benda yang merupakan simbol dari 1001 kisah pengorbanannya untuk bangsanya. Itulah yang digenggamnya erat, yaitu bendera pusaka yang dibungkus gulungan kertas koran, hasil jahitan Fatmawati istrinya. Toh walau berkaos oblong seadanya, semua itu tidak membuat kewibawaannya serta merta sirna.
Wibawanya itu bahkan tetap hidup hingga kini, walaupun jauh sebelumnya dia sudah mengalami “pembunuhan” secara perlahan di pengasingannya di Wisma Yaso. Bung Karno seakan menyadari itu. Karena itu, menurut Sidarto Danusubroto ajudannya, Bung Karno menulis di bukunya kalimat filsuf Jerman Ferdinand Freiligrath, “ Man töten den Geist nicht”. Ya, tak ada yang bisa membunuh jiwa.
Gaya dan penampilan memang tidak kekal. Tapi melalui kekekalan jiwanya, gaya dan penampilan Bung Karno menjadi kenangan kekal yang tetap tergores dalam sejarah.
I would smile if I find happiness and I would be happy if there is my friends. Thank you all
Rabu, 26 Januari 2011
Jasa Pak Nasution
Ada satu lagi museum sejarah di Jakarta, yaitu Museum Jenderal A.H Nasution. Diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Rabu 3Desember 2008, bertepatan dengan hari kelahiran Jenderal Besar ini. Museum di bangun dan dipersembahkan oleh TNI Angkatan Darat kepada Jenderal Besar Nasution Untuk mengingat pengabdian dan jasa-jasa besar Pak Nasution kepada negara.
Dalam sambutannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji Jenderal Nasution sebagai seorang militer profesional dan negarawan yang cemerlang dengan kepribadian kuat.
Museum seluas 2.000 m2 ini terletak di Jalan Teuku Umar 40 bekas kediaman Pak Nas (demikian almarhum biasa di sapa). Rumah ini detempati keluarga ini sejak Pak Nas menjabat sebagai KSAD pada tahun 1949, hingga wafatnya pada tanggal 6 September 2000.
Dalam sambutannya Ibu Nas mengatakan : "Museum ini merupakan prasasti kehidupan A.H. Nasution dan keluarga. Teuku Umar 40 merupakan kearifan sejarah. Semoga museum ini menjadi mata air yang memberi arah bagi generasi muda mendatang,"
Di museum itu dipamerkan benda-benda milik jenderal berbintang lima itu, antara lain foto-foto, berbagai seragam, buku-buku, piagam-piagam penghargaan baik dari dalam hingga luar negeri. Semua masih dalam keadaan baik.
Benda-benda peninggalan Pak Nas memiliki nilai-nilai dan historis yang tinggi. Sehingga perlu dilestarikan dan di wariskan kepada generasi penerus bangsa.
Dapat dilihat juga ruang tamu, meja kerja yang selalu digunakan sebelum meniggal, ruang kuning yang merupakan ruangan kesayangan untuk menerima tamu VIP, ruang senjata yang berisikan senjata-senjata koleksinya, sampai ruang kamar tidurnya yang menjadi saksi bisu kejadian 43 tahun yang lalu.
Juga barang-barang kesayangan Ade Irma Suryani, yaitu seragam kowad mini, sepasang sepatu, tas kulit kecil, tempat air minum plastik dan boneka, serta baju yang di gunakan Ade Irma saat tragedi, terlihat masih terawat baik.
Juga terdapat diorama maupun relief yang menceritakan sejarah perjalanan hidup seorang Jenderal Besar Abdul Harris Nasution.
Di pamerkan juga situasi rumah saat masih ditempati dan menggambarkan kegiatan Pak Nas dalam bentuk Patung. Pak Nas sedang bekerja, sedang membaca. Digambarkan juga tragedi yang ada di rumah itu, ketika ada upaya penculikan Jenderal Nasution yang saat itu menjabat ssebagai Kepala Staf AD. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G30SPKI.
Kalau kawan-kawan memasuki museum ituakan tampak patung Jenderal Nasution yang sedang bekerja di meja-tulis. Memasuki ruang-ruang lain, terlihat jalan drama penculikan itu.
Saat meresmikan Museum Jenderal Besar A.H. Nasution, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat cerita mengenai saat-saat Nasution akan diculik dalam peristiwa G30SPKI dari Ibu Nas.
"Di pintu terbuka saya melihat Cakrabirawa (nama Pampres saat itu) muncul", ujarnya Ibu Yohana Soenarko Nasution kepada SBY di bekas rumah Pak Nas, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2008)
Kejadian 1 Oktober 1965
Subuh itu kediaman Pak Nas di datangi satu regu pasukan Cakrabirawa. Ibu Nas membuka pintu. Terlihat seorang prajurit menacungkan senjata, mengatakan ingin bertemu Jenderal Nasution. Ib Nas sudah curiga, segera menutup pintu, dan meminta Pak Nas untuk melarikan diri. Prajurit itu mendobrak pintu. Ibu Nas berkata : "Jenderal tidak ada, sedang ada di Bandung." Namun prajurit itu tidak percaya dan memaksa untuk terus masuk.
Mendengar keributan ini, Ade Irma Suryani, putri bungsu keluarga ini terbangun dan menangis. Ade Irma pun digendong oleh Ibu Maryani (adik Pak Nas) dibawa keluar kamar. Mendengar pintu kamar terbuka, pasukan langsung menembak. Malang, peluru menembus punggung Ade Irma. Sementara itu Pak Nas melompati pagar beakang rumah untuk menyelamatkan diri. Melihat Ade Irma menangis dan berlumuran darah, Pak Nas mau turun lagi. Tetapi Ibu Nas melarang. "Sudahlah, Ade Irma kami yang urus, yang penting bapak selamat"
Pak Nas melompati pagar , ke belakang rumah yang adalah kedutaan besar Iran. Pak Nas baru berani kembali kerumah, dengan pergelangan kaki patah.
Ade Irma Suryani, putri bungsu keluarga itu, yang saat itu berusia 5 tahun, karena luka-lukanya meninggal dunia pada 6 Oktober 1965. Gadis kecil itu meninggal sebagai pahlawan, sebagai tameng ayahanda, Jenderal Nasution.
Pak Nas luput dari penculikan ini karena para penculik menyekap dan membawa pergi Ajudan almarhum Letnan Pierre Tendean yang didalam gelap itu dikira Jenderal Nasution. Letnan Pierre Tendean juga gugur.
Terima kasih pahlawan ku atas jasamu yang telah membela kemerdekaan Republik Indoensia..
Dalam sambutannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji Jenderal Nasution sebagai seorang militer profesional dan negarawan yang cemerlang dengan kepribadian kuat.Museum seluas 2.000 m2 ini terletak di Jalan Teuku Umar 40 bekas kediaman Pak Nas (demikian almarhum biasa di sapa). Rumah ini detempati keluarga ini sejak Pak Nas menjabat sebagai KSAD pada tahun 1949, hingga wafatnya pada tanggal 6 September 2000.
Dalam sambutannya Ibu Nas mengatakan : "Museum ini merupakan prasasti kehidupan A.H. Nasution dan keluarga. Teuku Umar 40 merupakan kearifan sejarah. Semoga museum ini menjadi mata air yang memberi arah bagi generasi muda mendatang,"
Di museum itu dipamerkan benda-benda milik jenderal berbintang lima itu, antara lain foto-foto, berbagai seragam, buku-buku, piagam-piagam penghargaan baik dari dalam hingga luar negeri. Semua masih dalam keadaan baik.
Benda-benda peninggalan Pak Nas memiliki nilai-nilai dan historis yang tinggi. Sehingga perlu dilestarikan dan di wariskan kepada generasi penerus bangsa.
Dapat dilihat juga ruang tamu, meja kerja yang selalu digunakan sebelum meniggal, ruang kuning yang merupakan ruangan kesayangan untuk menerima tamu VIP, ruang senjata yang berisikan senjata-senjata koleksinya, sampai ruang kamar tidurnya yang menjadi saksi bisu kejadian 43 tahun yang lalu.
Juga barang-barang kesayangan Ade Irma Suryani, yaitu seragam kowad mini, sepasang sepatu, tas kulit kecil, tempat air minum plastik dan boneka, serta baju yang di gunakan Ade Irma saat tragedi, terlihat masih terawat baik.
Juga terdapat diorama maupun relief yang menceritakan sejarah perjalanan hidup seorang Jenderal Besar Abdul Harris Nasution.
Di pamerkan juga situasi rumah saat masih ditempati dan menggambarkan kegiatan Pak Nas dalam bentuk Patung. Pak Nas sedang bekerja, sedang membaca. Digambarkan juga tragedi yang ada di rumah itu, ketika ada upaya penculikan Jenderal Nasution yang saat itu menjabat ssebagai Kepala Staf AD. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G30SPKI.
Kalau kawan-kawan memasuki museum ituakan tampak patung Jenderal Nasution yang sedang bekerja di meja-tulis. Memasuki ruang-ruang lain, terlihat jalan drama penculikan itu.
Saat meresmikan Museum Jenderal Besar A.H. Nasution, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat cerita mengenai saat-saat Nasution akan diculik dalam peristiwa G30SPKI dari Ibu Nas.
"Di pintu terbuka saya melihat Cakrabirawa (nama Pampres saat itu) muncul", ujarnya Ibu Yohana Soenarko Nasution kepada SBY di bekas rumah Pak Nas, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2008)
Kejadian 1 Oktober 1965Subuh itu kediaman Pak Nas di datangi satu regu pasukan Cakrabirawa. Ibu Nas membuka pintu. Terlihat seorang prajurit menacungkan senjata, mengatakan ingin bertemu Jenderal Nasution. Ib Nas sudah curiga, segera menutup pintu, dan meminta Pak Nas untuk melarikan diri. Prajurit itu mendobrak pintu. Ibu Nas berkata : "Jenderal tidak ada, sedang ada di Bandung." Namun prajurit itu tidak percaya dan memaksa untuk terus masuk.
Mendengar keributan ini, Ade Irma Suryani, putri bungsu keluarga ini terbangun dan menangis. Ade Irma pun digendong oleh Ibu Maryani (adik Pak Nas) dibawa keluar kamar. Mendengar pintu kamar terbuka, pasukan langsung menembak. Malang, peluru menembus punggung Ade Irma. Sementara itu Pak Nas melompati pagar beakang rumah untuk menyelamatkan diri. Melihat Ade Irma menangis dan berlumuran darah, Pak Nas mau turun lagi. Tetapi Ibu Nas melarang. "Sudahlah, Ade Irma kami yang urus, yang penting bapak selamat"
Pak Nas melompati pagar , ke belakang rumah yang adalah kedutaan besar Iran. Pak Nas baru berani kembali kerumah, dengan pergelangan kaki patah.
Ade Irma Suryani, putri bungsu keluarga itu, yang saat itu berusia 5 tahun, karena luka-lukanya meninggal dunia pada 6 Oktober 1965. Gadis kecil itu meninggal sebagai pahlawan, sebagai tameng ayahanda, Jenderal Nasution.
Pak Nas luput dari penculikan ini karena para penculik menyekap dan membawa pergi Ajudan almarhum Letnan Pierre Tendean yang didalam gelap itu dikira Jenderal Nasution. Letnan Pierre Tendean juga gugur.
Terima kasih pahlawan ku atas jasamu yang telah membela kemerdekaan Republik Indoensia..
Selasa, 25 Januari 2011
OLD FAITHFUL
Geyser Paling Terkenal
Geyser merupakan mata air panas yang menyembur secara berkala, mengeluarkan panas ke udara. Nama geyser di ambil dari Geysir di Islandia.
Di dunia ini tidak banyak Geyser. Hanya ada sekitar 1.000 geyser di bumi, dan kira-kira setengahnya ada di Taman Nasional Yellowstone,AS yang merupakan tempat wisata terkenal.Dari ratusan geyser di sana, geyser Old Faithful merupakan yang menarik wisatawan. Padahal geyser ini bukan yang terbesar atau pun sring menyembur di kawasan ini.
Paling Istimewa
Geyser paling besar di sana adalah Steamboat. Tetapi, semburannya tidak bisa di prediksi. Terkadang dalam setahun ia hanya menyebur 2-3 kali saja, tetapi sekali menyembur benar-benar dahsyat. Ada geyser lain yang lebih sering menyembur, tapi kecil saja sehingga tidak menarik.
Nah, Old Faithful ini istimewa. Begitu menyembur , aliran uap air panas bercampur air panas mancur dengan deras seperti jet.
Semburannya berwarna putih terus meninggi, hinggaa mencapai ketinggian maksimal membutuhkan waktu 10-20 detik. Semburannya berlangsung hingga 5 menit. Luar biasa!
Ribuan Liter Disemburkan
Dalam satu semburan, tidak kurang dari 14.000-32.000 air dan uap air panas di semburkan.
Tingginya bisa mencapai puluhan meter, dan berlangsung hingga 5 menit. Dalam satu hari Old Faithful bisa menyembur sebanyak 21-23 kali, dengan selang waktu antara 45 hingga 125 menit.
Tercatat sudah lebih dari 137.000 semburan sejak geyser ini diamati.
Nah, karena semburannya besar dan sering, wisatawan pun tertarik untuk melihatnya. Asal mau bersabar sebentar mereka akan melihat semburan dahsyat yang mengesankan itu. Wah, Old Faithful sering menerbitan decak kagum pengunjung. Rasanya belum datang ke Taman Nasional Yellowstone bila belum menyaksikan semburan Old Faithful.
Banyak Dipelajari
Nama Old Faithful diberikan dalam Ekspedisi Washburn tahun 1870.
Nama yang sama di berikan pulsa kepada sebuah penginapan di dekatnya. Para peneliti yang tergabung dalam ekspedisi ini terkesan dengan ukuran dan seringnya meletup. Di antara geyser yang sering meletup dengan berkala, inilah yang paling besar.
Maka selama bertahun-tahun geyser Old Faithful banyak dipelajari. Pengamatan dari dekat dan cermat membuat para petugas bisa memperkirakan letupan berikutnya dengan cukup jitu. Tidak mengherankan bila Old Faithful menjadi geyser yang paling mudah dilihat di Taman Nasional Yellowstone.
Terjadinya Geyser
Bagaimana terjadinya geyser?
Kita tahu, di bawah lapisan yang berupa kulit bumi ada lapisan yang berupa lelehan batuan dan lumpur panas yang disebut magma. Semakin jauh ke dalam perut bumi, semakin panas suhunya. Di kedalaman 2 km suhunya bisa lebih dari 1.200°C
Terkadang pada kulit bumi ada kantung air yang dekat dengan magma panas. Air tidak menguap kaarena tidak bersinggungan dengan udara. Bila ada celah atau retakan yang bias di lalui, air panas tadi bias keluar ke permukaan bumi dan menjadi mata air panas.
Kadang-kadang air panas alami tersebut keluar sebagai geyser.
Uap air panas yang di hasilkan dari air panas yang naik, akan menembus celah atau retakan, dan mendorong air keluar di permukaan. Pelepasan air di permukaan akan menyebabkan turunnya tekanan air panas kedalaman, sehingga air yang sangat panas menguap dan volumenya mengembang hingga 1.500 kali lipat! Uap itu pada gilirannya mendorong air di permukaan sehingga terjadilah semburan. Semburan akan terus berlangsung sampai air dan uap pada celah itu habis. Kemudian air bawah tanah sedikit demi sedikit terkumpul lagi, dan proses yang sama berulang kembali. Oh ya, aktivitas semburan geyser dapat berhenti karena pengendapan mineral di dalam geyser, gempa bumi, dan campur tangan manusia.
Minggu, 23 Januari 2011
Autumn Season
Today in our country is autumn, which is very beautiful to me .. I can play under the glowing leaves are colorful .. I'm happy to be in the fall .. I am so grateful to God because it gives our country the autumn .. ☺
Today we will go to the top of the mountain to see the sights in the fall. Our car ride to the top of the mountain, on the way I kept on singing ♫
Today we will go to the top of the mountain to see the sights in the fall. Our car ride to the top of the mountain, on the way I kept on singing ♫
Heal the World ~ Michael Jackson
There are ways
to get there
if you care enaugh
for the living
make a little space
make a better place.. ♫
Heal the world
make a better place
for you and for me
and the entire human race
there are people dying
if you care enaugh
for the living
make a better place
for you and for me ♫
Best Friends Forever
My name is Dhiya Prana Widya, I was the third of three brothers. I feel happy when on holiday with my family, my parents love me. My school at SDN Pengasinan 7, I like going to school there because I have many friends. I always spend my time with my friends, my friends really like me. We always play together.
I was a child who is always emotional, kind, and easily offended. The nature of my friends very much, from the good-hearted, mischievous, funny, angry,cute! However, I am very fond of them .. ☺
However, today I'm angry with my friend, his name is Nurul Hofifah. I thought he was a traitor, he's evil! He's a liar, he will never get if he was wrong. Now I do not know what to do .. ☹ All my friends hate her too, she have a lot of wrong to friends of my others, Nurul Hofifah was a girl spoiled!
But I'm happy because I can forget that problem as soon as possible and continue my education. I'm so glad to have friends who are very fond of me. Companions are those who go with me when happy or sad. Thank you friends, Love you forever.. ^ ◡ ^
It's me.. ^V^
However, today I'm angry with my friend, his name is Nurul Hofifah. I thought he was a traitor, he's evil! He's a liar, he will never get if he was wrong. Now I do not know what to do .. ☹ All my friends hate her too, she have a lot of wrong to friends of my others, Nurul Hofifah was a girl spoiled!
PERKIRAAN CUACA PROVINSI INDONESIA
Berlaku mulai tanggal 07 January 2011
Sampai dengan tanggal 08 January 2011
KOMPAS.com - Menghangatnya suhu muka laut di Indonesia sejak April lalu mengakibatkan akumulasi energi di atmosfer wilayah ini. Anomali itu menimbulkan angin kencang dan hujan lebat disertai petir yang terpicu oleh bibit badai tropis di utara Australia. Ancaman ini berpotensi muncul hingga akhir Januari 2011.
Dalam kondisi normal, pemanasan matahari di perairan tropis akan menghasilkan uap air yang kemudian oleh sistem cuaca global berupa sirkulasi kolom udara Sirkulasi Hadley akan terdistribusi ke wilayah subtropis pada kawasan antara 30 dan 60 derajat Lintang Utara dan Selatan. Oleh Sirkulasi Ferrel selanjutnya diteruskan ke kawasan kutub masuk ke sirkulasi polar.
Mengikuti garis edar matahari itu yang bergerak naik turun ke utara-selatan khatulistiwa, terjadi ”sabuk hujan”. Pada Desember di belahan bumi utara mengalami musim dingin. Sedangkan Juni berlangsung musim panas. Kondisi sebaliknya terjadi di belahan bumi selatan.
Namun, kondisi yang terjadi sejak hampir setahun ini menyimpang dari pola normalnya. Menghangatnya suhu muka laut di hampir seluruh wilayah Indonesia—antara 2 dan 5 derajat celsius di atas normal—sejak April menyebabkan tidak terjadinya distribusi uap air.
”Akumulasi uap air terkonsentrasi di wilayah Indonesia saja. Sedangkan daerah di sekelilingnya kering,” ujar Edvin Aldrian, Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Hal ini ditunjukkan oleh pantauan satelit cuaca pada beberapa hari terakhir. ”Tampak penumpukan awan hujan di Indonesia. Sedangkan di Australia dan Asia Timur nyaris tak berawan. Ini mengakibatkan kawasan tersebut mengalami kekeringan,” ujarnya.
Akumulasi energi ini tentunya menimbulkan dampak negatif juga bagi Indonesia, yaitu terjadinya musim hujan dengan curah hujan di atas normal. Gangguan cuaca ini kian besar hingga puncak hujan pada musim ini, yaitu Desember hingga Februari mendatang.
Ancaman itu muncul bersamaan dengan terjadinya badai tropis yang normalnya terbentuk pada bulan-bulan mendatang. ”Bibit badai sudah mulai terlihat sejak November lalu,” ujar Edvin yang juga peneliti iklim dan cuaca di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Meski baru berupa bibit badai, kondisi cuaca ini sudah cukup berpengaruh bagi Indonesia, yaitu timbulnya angin kencang disertai hujan lebat dan petir serta gelombang laut yang tinggi.
Mengapa demikian? Energi yang ”tersimpan” di atmosfer Nusantara ini terlepas meski dipicu gangguan cuaca yang kecil saja, yaitu berupa bibit badai, belum menjadi badai.
Fenomena ini sudah muncul pada Selasa (28/12/2010). Bibit badai yang terbentuk di utara Australia menimbulkan tarikan udara naik di wilayah Jawa karena adanya jajaran pegunungan di kawasan tengah.
Udara naik dari Banten, kemudian mendingin di kawasan pegunungan hingga turun di Jakarta pada sore hari yang udaranya panas. Pertemuan dua masa angin ini menimbulkan angin puting beliung di berbagai wilayah di Ibu Kota sehingga menumbangkan sekitar 70 pepohonan dan menelan dua korban jiwa.
Potensi terbentuknya puting beliung ditandai dengan cuaca yang cerah pada pagi hari. Cuaca yang mendung pada pagi hari akan meredam meluasnya kejadian angin kencang dan puting beliung.
Ancaman akan semakin besar jika musim pembentukan badai tiba. Selama ini karena Indonesia berada di bawah 10 derajat lintang utara dan selatan, siklon atau badai tropis yang terjadi di luar wilayah ini tak memberikan dampak berarti.
Namun, akumulasi energi yang diyakini Edvin akibat bertumpuknya gas-gas rumah kaca sejak pertengahan abad telah mengakibatkan membesarkan gangguan badai bagi Indonesia. Karena badai semakin besar dan berekor semakin panjang.
”Gangguan cuaca pada musim yang basah ini diperkirakan akan berlangsung hingga lewat Tahun Baru nanti,” ujar Edvin.
Perkiraan cuaca BMKG untuk kurun waktu Selasa (28/12/2010) hingga 3 Januari 2011 menyebutkan, tekanan udara di belahan bumi selatan lebih rendah dibandingkan di belahan bumi utara. Potensi tekanan rendah diperkirakan terjadi di barat Australia. Dan, pada akhir periode tekanan rendah akan muncul di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa.
Angin di atas wilayah Indonesia sebelah utara khatulistiwa umumnya dari arah utara-timur. Sedangkan di selatan khatulistiwa dari arah barat daya-barat laut, kecepatan angin 5-45 km per jam. Hujan terjadi di sebagian besar Indonesia dan potensi hujan lebat dapat terjadi di Indonesia sebelah selatan khatulistiwa.
Hary Tirto Djatmiko, Kepala Sub-Bidang Informasi BMKG, mengatakan, hujan deras disertai kilat/petir dan angin kencang perlu diwaspadai hingga 3 Januari di berbagai zona prakiraan musim di Indonesia.
Pada 30-31 Desember 2010, ancaman itu berpotensi mengancam Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, semua provinsi di Pulau Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Papua Barat, dan Papua.
Sedangkan pada 1 hingga 3 Januari 2010, gangguan cuaca mengancam Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, semua provinsi di Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Tenggara, Papua Barat, dan Papua.
Sabuk awan
Kondisi memanasnya suhu laut ini ternyata tak hanya terjadi di wilayah Indonesia, tetapi juga di khatulistiwa di belahan bumi lain sehingga terbentuk sabuk awan di sepanjang khatulistiwa.
Kondisi ini mengakibatkan penjalaran gelombang Rossby yang beredar di subtropis—berdampak pada hujan salju ekstrem tertarik ke kawasan selatan. Hal inilah yang menyebabkan entakan udara dingin atau cold surge hingga menimbulkan hujan lebat di Pakistan dan selatan China.
Kondisi serupa berpotensi terjadi di Indonesia jika gelombang Rossby di Siberia tertahan oleh masa udara dari Pasifik, hingga mengarah ke selatan. Sejak November 2006 hingga 2007, BMKG memantau terjadinya cold surge dari Siberia.
Sampai dengan tanggal 08 January 2011
| Kota | Cuaca | Suhu (Min - Max) | Kelembaban (Min - Max) |
| Banda Aceh | Hujan Ringan | 24 - 31 °C | 65 - 97 % |
| Medan | Hujan Sedang | 23 - 32 °C | 64 - 97 % |
| Pekanbaru | Hujan Ringan | 24 - 32 °C | 64 - 95 % |
| Batam | Hujan Ringan | 24 - 31 °C | 62 - 96 % |
| Padang | Hujan Ringan | 23 - 32 °C | 62 - 95 % |
| Jambi | Hujan Ringan | 23 - 32 °C | 65 - 96 % |
| Palembang | Hujan Ringan | 23 - 30 °C | 67 - 97 % |
| Pangkal Pinang | Hujan Ringan | 23 - 32 °C | 62 - 95 % |
| Bengkulu | Hujan Ringan | 23 - 32 °C | 64 - 96 % |
| Bandar Lampung | Hujan Ringan | 22 - 33 °C | 43 - 93 % |
| Pontianak | Hujan Ringan | 23 - 33 °C | 63 - 96 % |
| Samarinda | Berawan | 24 - 32 °C | 62 - 95 % |
| Palangkaraya | Berawan | 23 - 31 °C | 63 - 94 % |
| Banjarmasin | Hujan Ringan | 24 - 32 °C | 65 - 97 % |
| Manado | Berawan | 23 - 32 °C | 68 - 96 % |
| Gorontalo | Hujan Ringan | 23 - 31 °C | 70 - 97 % |
| Palu | Hujan Ringan | 23 - 33 °C | 55 - 92 % |
| Kendari | Berawan | 23 - 31 °C | 65 - 95 % |
| Makassar | Hujan Ringan | 23 - 31 °C | 65 - 96 % |
| Majene | Berawan | 24 - 31 °C | 65 - 92 % |
| Ternate | Berawan | 23 - 32 °C | 65 - 93 % |
| Ambon | Hujan Ringan | 23 - 31 °C | 67 - 97 % |
| Jayapura | Berawan | 24 - 33 °C | 64 - 95 % |
| Sorong | Cerah Berawan | 25 - 33 °C | 57 - 96 % |
| Biak | Hujan Ringan | 25 - 31 °C | 70 - 93 % |
| Manokwari | Cerah Berawan | 24 - 33 °C | 58 - 98 % |
| Merauke | Hujan Ringan | 23 - 32 °C | 64 - 96 % |
| Kupang | Hujan Sedang | 23 - 31 °C | 76 - 97 % |
| Sumbawa Besar | Hujan Ringan | 24 - 31 °C | 72 - 96 % |
| Mataram | Hujan Ringan | 24 - 32 °C | 63 - 96 % |
| Denpasar | Hujan Ringan | 24 - 31 °C | 68 - 95 % |
| Jakarta | Hujan Sedang | 24 - 31 °C | 76 - 95 % |
| Serang | Hujan Sedang | 23 - 32 °C | 67 - 96 % |
| Bandung | Hujan Ringan | 21 - 28 °C | 68 - 97 % |
| Semarang | Hujan Ringan | 24 - 31 °C | 68 - 96 % |
| Yogyakarta | Hujan Sedang | 24 - 32 °C | 62 - 95 % |
| Surabaya | Hujan Sedang | 23 - 32 °C | 65 - 95 % |
KOMPAS.com - Menghangatnya suhu muka laut di Indonesia sejak April lalu mengakibatkan akumulasi energi di atmosfer wilayah ini. Anomali itu menimbulkan angin kencang dan hujan lebat disertai petir yang terpicu oleh bibit badai tropis di utara Australia. Ancaman ini berpotensi muncul hingga akhir Januari 2011.
Dalam kondisi normal, pemanasan matahari di perairan tropis akan menghasilkan uap air yang kemudian oleh sistem cuaca global berupa sirkulasi kolom udara Sirkulasi Hadley akan terdistribusi ke wilayah subtropis pada kawasan antara 30 dan 60 derajat Lintang Utara dan Selatan. Oleh Sirkulasi Ferrel selanjutnya diteruskan ke kawasan kutub masuk ke sirkulasi polar.
Mengikuti garis edar matahari itu yang bergerak naik turun ke utara-selatan khatulistiwa, terjadi ”sabuk hujan”. Pada Desember di belahan bumi utara mengalami musim dingin. Sedangkan Juni berlangsung musim panas. Kondisi sebaliknya terjadi di belahan bumi selatan.
Namun, kondisi yang terjadi sejak hampir setahun ini menyimpang dari pola normalnya. Menghangatnya suhu muka laut di hampir seluruh wilayah Indonesia—antara 2 dan 5 derajat celsius di atas normal—sejak April menyebabkan tidak terjadinya distribusi uap air.
”Akumulasi uap air terkonsentrasi di wilayah Indonesia saja. Sedangkan daerah di sekelilingnya kering,” ujar Edvin Aldrian, Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Hal ini ditunjukkan oleh pantauan satelit cuaca pada beberapa hari terakhir. ”Tampak penumpukan awan hujan di Indonesia. Sedangkan di Australia dan Asia Timur nyaris tak berawan. Ini mengakibatkan kawasan tersebut mengalami kekeringan,” ujarnya.
Akumulasi energi ini tentunya menimbulkan dampak negatif juga bagi Indonesia, yaitu terjadinya musim hujan dengan curah hujan di atas normal. Gangguan cuaca ini kian besar hingga puncak hujan pada musim ini, yaitu Desember hingga Februari mendatang.
Ancaman itu muncul bersamaan dengan terjadinya badai tropis yang normalnya terbentuk pada bulan-bulan mendatang. ”Bibit badai sudah mulai terlihat sejak November lalu,” ujar Edvin yang juga peneliti iklim dan cuaca di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Meski baru berupa bibit badai, kondisi cuaca ini sudah cukup berpengaruh bagi Indonesia, yaitu timbulnya angin kencang disertai hujan lebat dan petir serta gelombang laut yang tinggi.
Mengapa demikian? Energi yang ”tersimpan” di atmosfer Nusantara ini terlepas meski dipicu gangguan cuaca yang kecil saja, yaitu berupa bibit badai, belum menjadi badai.
Fenomena ini sudah muncul pada Selasa (28/12/2010). Bibit badai yang terbentuk di utara Australia menimbulkan tarikan udara naik di wilayah Jawa karena adanya jajaran pegunungan di kawasan tengah.
Udara naik dari Banten, kemudian mendingin di kawasan pegunungan hingga turun di Jakarta pada sore hari yang udaranya panas. Pertemuan dua masa angin ini menimbulkan angin puting beliung di berbagai wilayah di Ibu Kota sehingga menumbangkan sekitar 70 pepohonan dan menelan dua korban jiwa.
Potensi terbentuknya puting beliung ditandai dengan cuaca yang cerah pada pagi hari. Cuaca yang mendung pada pagi hari akan meredam meluasnya kejadian angin kencang dan puting beliung.
Ancaman akan semakin besar jika musim pembentukan badai tiba. Selama ini karena Indonesia berada di bawah 10 derajat lintang utara dan selatan, siklon atau badai tropis yang terjadi di luar wilayah ini tak memberikan dampak berarti.
Namun, akumulasi energi yang diyakini Edvin akibat bertumpuknya gas-gas rumah kaca sejak pertengahan abad telah mengakibatkan membesarkan gangguan badai bagi Indonesia. Karena badai semakin besar dan berekor semakin panjang.
”Gangguan cuaca pada musim yang basah ini diperkirakan akan berlangsung hingga lewat Tahun Baru nanti,” ujar Edvin.
Perkiraan cuaca BMKG untuk kurun waktu Selasa (28/12/2010) hingga 3 Januari 2011 menyebutkan, tekanan udara di belahan bumi selatan lebih rendah dibandingkan di belahan bumi utara. Potensi tekanan rendah diperkirakan terjadi di barat Australia. Dan, pada akhir periode tekanan rendah akan muncul di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa.
Angin di atas wilayah Indonesia sebelah utara khatulistiwa umumnya dari arah utara-timur. Sedangkan di selatan khatulistiwa dari arah barat daya-barat laut, kecepatan angin 5-45 km per jam. Hujan terjadi di sebagian besar Indonesia dan potensi hujan lebat dapat terjadi di Indonesia sebelah selatan khatulistiwa.
Hary Tirto Djatmiko, Kepala Sub-Bidang Informasi BMKG, mengatakan, hujan deras disertai kilat/petir dan angin kencang perlu diwaspadai hingga 3 Januari di berbagai zona prakiraan musim di Indonesia.
Pada 30-31 Desember 2010, ancaman itu berpotensi mengancam Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, semua provinsi di Pulau Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Papua Barat, dan Papua.
Sedangkan pada 1 hingga 3 Januari 2010, gangguan cuaca mengancam Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, semua provinsi di Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Tenggara, Papua Barat, dan Papua.
Sabuk awan
Kondisi memanasnya suhu laut ini ternyata tak hanya terjadi di wilayah Indonesia, tetapi juga di khatulistiwa di belahan bumi lain sehingga terbentuk sabuk awan di sepanjang khatulistiwa.
Kondisi ini mengakibatkan penjalaran gelombang Rossby yang beredar di subtropis—berdampak pada hujan salju ekstrem tertarik ke kawasan selatan. Hal inilah yang menyebabkan entakan udara dingin atau cold surge hingga menimbulkan hujan lebat di Pakistan dan selatan China.
Kondisi serupa berpotensi terjadi di Indonesia jika gelombang Rossby di Siberia tertahan oleh masa udara dari Pasifik, hingga mengarah ke selatan. Sejak November 2006 hingga 2007, BMKG memantau terjadinya cold surge dari Siberia.
Langganan:
Postingan (Atom)












